Solilokui ke 9 dan Himpunan Puisi-Puisi Lain

source : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:A_black_sun_with_a_face_descends_behind_the_horizon_of_a_mar_Wellcome_V0025641.jpg


SOLILOKUI KE 9

Lamunan-lamunan majusi, piedra de sol, dan bahasa Anglikan yang bergelandang. Aku lepas dari akar. Selamanya

- Yogyakarta, 2023

***

BAIT 156

kupetik bunga tangismu

dan kau air mataku


ku dahagakan pikirmu

dan kau lampu neonku


ke gunung kita berlari

ke magma kita menari


di langit ada mendung

di hatimu ada badai


aku menanti merajam waktu

kau berlutut mengharap bantu


berdirilah serupa lalu

dan aku terus bersamamu

  - Yogyakarta, 2022  

***




LAPAR

Aku melahap wajahmu

Pada halimun ke sepuluh, ada arwah kudus menanti mengiba


Aku merindumu sedari dulu, menatap nanar bulan-bulan perdu


Aku ingin melahap wajahmu


Menelan kekosongan pada raut-raut sendu wajahmu

- Yogyakarta, 2022

***




RUTINITAS

1.

Teras rumahku penuh dengan sampah.


2.

Seseorang berbisik

di balik kegelapan semalam.

Aku sedikit takut sebentar,

tapi aku masih bisa tidur.


3.

Pagi hari selalu penuh beban,

terutama hidup.

Lebih baik mati muda,

tapi belum yakin ada surga di sana.


4.

Pagi sampai malam bekerja.

Aku melihat bayang-bayangku di piring.

Wajahmu terlihat lelah.


5.

Malam pulang ke rumah

dan teras rumahku penuh sampah.

Aku tertalu malas membersihkannya.

Aku memilih tidur.


6.

Mari berimajinasi!

Baca ulang dari atas!

- Yogyakarta, 2021 

Comments