kita adalah generasi tersesat



Source : Devil May Cry Animated Series (Netflix)


Faizal Fahmi Baelul

    Aku baru saja menyadari bahwa semua buku-buku yang telah aku lahap habis tidak akan benar-benar berarti dalam hidupku. Semuanya akan terkubur di halaman tanpa seseorangpun akan mengingatnya sama sekali. Jadi cepat atau lambat semua pengetahuan yang aku dapat dari buku-buku itu akan sirna, hilang, serta berdebu, dan satu-satunya yang penting hanyalah eksistensi kita sendiri dalam dunia yang ramai ini. Ada anak-anak yang tidak pernah merasakan makan tiga kali sehari, ada wanita-wanita hamil tanpa suami, ada pemeluk agama saling bunuh satu sama lain, dan tentu saja ada politisi-politisi yang membuat runyam hidup kita hampir tiap hari. Tidak ada yang penting, kita hanyalah generasi melankolis yang hanya peduli dengan kejayaan masa lampau dari karya-karya sastra mahsyur dan merasa tanpa harapan terkait masa depan. Beberapa dari kita menenggelamkan diri dalam teknologi canggih dimana kita mencoba membuat dewa-dewi baru dengan algoritma-algoritma rumit, sementara beberapa dari kita mati-matian menghidupkan kembali sentuhan alam dalam hidup dan ritus-ritus tradisional dari para leluhur. Kita selalu berseberangan satu sama lain dan selalu memiliki opini yang berbeda. Satu hal terpenting bagi kita adalah eksistensi kita sendiri. Kita ingin semua orang menerima eksistensi diri kita meskipun pada faktanya tak ada satu pun yang peduli dengan eksistensi kita. Kita mencoba berteriak sekeras-kerasnya, tapi bagaimana caranya kamu berteriak ke hadapan batu keras? Tidak masuk akal. Lalu mengapa eksistensi kita penting bagi orang lain? Satu-satunya yang merasa eksistensi kita penting adalah diri kita sendiri. Jadi selamat datang dalam terowongan di mana kita bukanlah siapa-siapa dan kita perlu mengakui bahwa kita tidaklah se-spesial itu sama sekali. Kita hanyalah generasi tersesat yang sangat mencintai cara-cara membuat romansa melalui eksistensi kita yang menyakitkan dan membandingan takdir kita satu sama lain. Satu-satunya hal terpenting adalah eksistensimu dan kamu akan menenggelamkan dirimu ke dalam jalan sepi eksistensi hingga kamu menemukan validasi-validasi yang kamu cari.



***

Comments